Navigasi

2010/09/08

Peste Noire

September, 8.
Hampir sebulan ya? Ah biarin deh, namanya juga blog suka-suka.
Kali ini gw pengen nulis sebuah.... review? Bukan, komentar. Ya, sebuah komentar tentang sebuah band Black Metal asal Prancis bernama Peste Noire yang diotaki oleh seorang bajingan individualis bernama Famine.

si bajingan individualis

Gw pertama ketemu dengan band ini di mediafire, sekitar 2 minggu yang lalu setelah mata gw gak sengaja nabrak sebuah deskripsi di sebuah situs jauh-entah-dimana yang bertuliskan "Black Metal combined with French literatures and folk music". Oh wow, gw terhenyak, tertarik, dan memutuskan untuk mengunduh album ini (walaupun Famine dalam suatu wawancara mengatakan "MY MUSIC IS NOT MEANT TO BE LISTENED TO ON A FUCKING COMPUTER"). Ah screw you Famine!

Sembari menunggui speedy yang terkantuk-kantuk, saya bertolak menuju Google Sang Maha Pencari untuk menggali hal-hal lain mengenai band ini; konsep bermusik, tema lirik, dan hal-hal lain yang mungkin kurang berharga dibandingkan malam senyap yang seharusnya dipakai untuk belajar (yeah rite). Gw menemukan sebuah wawancara yang menarik antara Diabolical Conquest, sebuah webzine asal entah-dari-mana, dengan Famine mengenai Peste Noire dan gosip-gosip ala Feny Rose di seputarnya. Ah dasar kurang kerjaan, dibacalah wawancara tersebut oleh pemuda yang seharusnya belajar ini. Ada suatu bagian yang menarik. Famine menyebutkan bahwa dia adalah nasionalis dan juga satanis. Err... What? Ya, gak salah denger kok: satanis-nasionalis. Ini udah kayak denger berita kalo Amerika Serikat sama Uni Soviet kawin lari dan ngelahirin Gurun Gobi. Bagaimana bisa dia menyatukan nasionalisme, yang kadangkala menuntut pengorbanan individu, dengan satanisme, yang mana menjadi simbol kebebasan, individualisme, dan pemberontakan? Entah deh, prajurit-prajurit Black Metal ini tidak pernah terdengar rasional bagi gw.

Beranjak ke musik. Album pertama mereka, La Sanie des siècles, buat gw merupakan album yang sangat asik dari lini sound, komposisi dan dinamika, serta atmosfer. La Sanie des siècles benar-benar menggambarkan chaos secara keseluruhan. Dari lini sound misalnya, mereka merekam album ini dengan peralatan yang sangat buruk dan mixing yang sangat ofensif bagi telinga (yah, kebanyakan band Black Metal kvlt memang seperti itu sih), menghasilkan tembang-tembang metal yang "kotor". Gw rasa sound seperti ini justru cocok untuk tipe band seperti Peste Noire ini. Hey, suara seperti apalagi yang cocok untuk mendampingi lirik-lirik tentang keputusasaan dan kebusukan manusia selain sound-sound yang kotor dan sedikit mentah?

Pindah ke dinamika dan komposisi. Peste Noire benar-benar bagaikan hamster yang overdosis kuaci di lini ini. Sinting! Baroque-influenced French Folk dan rentetan tremolo picking bersahut-sahutan dengan sangat tidak sopan dan sukses menghajar telinga gw dengan raungan nada-nada yang chaotic untuk kemudian menenangkannya dengan nada-nada melankolis nan kelam, menggambarkan keputusasaan yang muram dan busuk. Riff-riff di album ini juga patut diacungi bintang. Catchy, namun tidak terlalu pretensius dan teknikal seperti band-band Technical Death Metal. Kadar agresivitasnya cukup untuk mengingatkan lo kalo La Sanie adalah album Black Metal, bukan Folk. Oh dan gw juga cukup terkejut dengan bagian solo-solo gitar dalam aransemen mereka. Jarang banget gw menemukan solo gitar yang orgasmik di band-band Black Metal dengan tipe sound seperti ini.

Kabarnya, Peste Noire mendapatkan sambutan yang baik dari para sobat Black Metal. La Sanie meledak di pasaran dan sibuk merajai tangga lagu Black Metal di seantero jagad. Mereka dikait-kaitkan dengan gerakan Depressive Black Metal dan Post-Black Metal yang lagi ngeksis di kalangan hipster. Beberapa orang berbisik-bisik bahwa ketenaran dan kenampolan mereka ini adalah buah karya kejeniusan Neige, seorang selebriti di kalangan Black Metal yang terkenal dengan proyek-proyeknya seperti Alcest, Amesoeurs, Lantlos, Mortifera, dan entah-proyek-apa-lagi-gw-gak-hapal. Melihat fenomena ini muntablah Famine. Dia misuh-misuh di wawancara ini bahwa Peste Noire adalah anak tunggalnya, dia gak pernah diperkosa sama Neige sama sekali dan dia ngebesarin Peste Noire sendirian dengan konsep-konsep yang muncul dari buah pemikirannya sendiri (berat ya jadi single parent). Famine muak ngeliat Peste Noire selalu dikaitin dengan gerakan Post-Black Metal. Well, gak heran juga sih soalnya dari segi aransemen dan part-part Folk yang Famine masukin album La Sanie memang bisa digolongin sebagai Post-Black Metal. Sebagai komentar atas segala fenomena ini maka lahirlah album kedua yang berjudul Folkfuck Folie. Judul albumnya cukup mendeskripsikan isi dari album ini secara lugas. Folk mereka tinggalkan dan sebagai gantinya mereka mengadopsi elemen-elemen dari crust punk. Album kedua ini jauh lebih lugas, telak tanpa basa-basi. Soundnya juga lebih busuk dari album sebelumnya. Famine sengaja untuk bikin album ini sebagai album yang bikin orang normal bakal berhenti ngedengerin setelah track kedua. Tidak percaya? Baca saja:

"...the guitar sound on Folkfuck Folie is the result of a bet between me and a friend, which was to create the ugliest and most irritating sound possible, in order make the album unlistenable after having heard two songs." -- Famine

See? He did this album for the lulz obviously. Dan sepertinya Famine baru kembali serius di album ketiga, Ballade cuntre lo Anemi Francor. Di album ketiga ini, Famine bereksperimen dengan apa yang dia sebut sebagai "Black n Roll". Okay, that was weird. Gw tiba-tiba membayangkan Chuck Berry pake corpsepaint.



ini namanya corpsepaint, anak-anak!

Famine kembali ke tujuan awalnya: membuat sebuah musik yang dibenci orang. Ya, dan dia sepertinya berhasil. Gw banyak menemukan review jelek tentang Ballade, kebanyakan masih mengomentari betapa berbedanya album ini dengan album pertama mereka yang "vberkvlt". Gw ngeliat hal ini sebagai kemenangan Famine; kemenangan atas para fans, kritikus, dan media. Semua orang menuntut musik Black Metal yang bagus itu harus A, B, kemudian ditambah dengan sedikit C dan rentetan D. Musik jadi memiliki manual. Ia tereduksi dari seni menjadi sekedar komoditas. Seragam. Famine menolak itu semua. Ia justru memutuskan untuk menulis musik yang buruk dengan kualitas produksi yang tidak kalah buruknya. Gw lebih melihat album ini sebagai sebuah pernyataan, sebuah sikap, bahwa ia menolak tunduk terhadap apapun, termasuk kritikus, selera pasar, bahkan terhadap ekspektasi pendengarnya juga. Maka ia bermusik dengan merdeka, tanpa keterikatan kewajiban yang mengharuskannya untuk menulis musik yang "bagus".

Yak sekian bacotan dari saya kali ini. Cukup panjang dan pretensius memang. Ah tapi persetan deh, blog-blog gw ini.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

La Sanie des siècles - Panégyrique de la dégénérescence (Full-length, 2006)


Tracklist
1. Nous Sommes Fanés
2. Le Mort Joyeux
3. Laus Tibi Domine
4. Spleen
5. Phalènes Et Pestilence - Salvatrice Averse
6. Retour De Flamme (Hooligan Black Metal)
7. Dueil Angoisseus (Christine De Pisan, 1362-1431)
8. Des Médecins Malades Et Des Saints Séquestrés

link

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Folkfuck Folie (Full-length, 2007)



Tracklist
1. L'Envol du Grabataire (Ode à Famine)
2. Chute Pour Une Culbute
3. La Fin Del Secle
4. D'un Vilain
5. Condamné à la Pondaison (Légende Funèbre)
6. La Césarienne
7. Maleiçon
8. Amour ne m'amoit ne je li
9. Psaume IV
10. Extrait Radiophonique d'Antonin Artaud
11. Folkfuck Folie
12. Paysage Mauvais

link

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ballade cuntre lo Anemi Francor (Full-length, 2007)


Tracklist
1. Neire Peste
2. La Mesniee Mordrissoire
3. Ballade Cuntre les Anemis de la France - De François Villon
4. Concerto Pour Cloportes
5. La France Bouge - Par K.P.N. (Chant de l'Action Française)
6. A la Mortaille!
7. Vespre
8. Rance Black Metal de France
9. Requiem Pour Nioka (Á un Berger-Allemand)
10. Soleils Couchants - De Verlaine

link

2010/08/13

Aura Noir - Black Thrash Attack (1996)


Bertemu kembali dengan saya di pojok racau dan musik tilep-an. Kali ini gw bakal ngebahas band bernama Aura Noir dan albumnya yang berjudul Black Thrash Attack. Whoa whoa whoa, fuckin rad, eh?

Gimana gw bisa bertemu band kvlt ini? Yah, ga ada salahnya berbacot-ria sejenak sebelum masuk ke albumnya. Gw nemu nama band ini secara gak sengaja ketika gw sedang browsing situs dari ilustrator dan desainer favorit gw, Justin Bartlett. Di tengah takjubnya gw dengan goretan-goretan dan racauan-racauannya yang secara tidak langsung berpotensi membakar sumbu ledak para kaum black metal horde yang kvlt dan trve as fvck itu, tanpa sadar mouse gw berlari-lari liar mengeklik link ini dan beberapa abad speedy kemudian gambar ini pun terpampang di monitor laptop buluk gw:


"What the fuck man, ini nonjok banget gambarnya hahaha!", pikir gw sambil terkayang-kayang (engga deng). Gambarnya seakan mengolok-olok para black metal horde yang, kalo bahasa bulenya, "took their music too seriously". Yah, lo bayangin aja kurang frik apa coba orang yang bikin aksesoris dari pecahan tengkorak temennya yang mati bunuh diri haha.

Anyway, gambar itu gw posting di mana-mana untuk nyindir orang-orang yang, kalo bahasa londonya, "took their music too seriously" itu tadi (yes, I'm a jerk *grin*). Setelah beberapa saat, rasa penasaran gw muncul terhadap tulisan di kaos tersebut: "Aura Noir". Apa nih? Semacam band black metal kvlt yang dekorasi konsernya pake kepala domba ditusuk di tonggak dan orang-orang telanjang yang disalib? Didasari rasa penasaran tersebut maka bergugel-ria lah saya. Happy ending? Tentu saja, tuhan gugel memberikan saya karunia berupa artikel tentang Aura Noir ini, link download yang udah gw pampang di atas, dan gambar cover album dengan resolusi yang lumayan.

Mari bahas albumnya, shall we?
Setelah selesai mendengarkan album berdurasi kurang-lebih 42 menit ini gw jadi teringat dengan thrash model-model Slayer dan Sodom. Yes, thrash metal dengan sentuhan phallus lucifer, kepala kambing, dan pentagram.

Secara musikalitas cukup menarik, mosh-able lah, walau ada beberapa track yang bikin tensi turun. Mencoba bervariasi mungkin? Tapi menurut gw justru jadi killjoy. Untuk sound, well whaddya expect? Coba hijrah ke death metal aja kalo mengharapkan sound yang bagus haha. Walaupun agak nyampah tapi menurut gw sound kayak gini justru cocok untuk band bergenre blackened thrash metal seperti Aura Noir ini. Atmosfernya somewhat lebih kena, trashy and thrashy at the same time. Tapi simpan dulu paranoid kalian kawan-kawan, walaupun agak abal di lini sound tapi riff-riffnya dijamin akan membuat kepala kalian terangguk-angguk dengan sendirinya. Tak tertahankan, bagai ajakan kencan aktor korea pada seorang siswi SMA.

Track yang gw rekomendasikan: Conqueror, Black Thrash Attack, dan Destructor. Sekian deh, maafkan keabsurdan saya malam ini, kepala masih berdesir akibat diperkosa dengan brutal oleh Aura Noir selama 2 jam suntuk. BAHAYA!


Tracklist
1. Sons of Hades (3:31)
2. Conqueror (4:03)
3. Caged Wrath (5:28)
4. Wretched Face of Evil (4:11)
5. Black Thrash Attack (5:11)
6. The Pest (3:11)
7. The One Who Smite (4:07)
8. Eternally Your Shadow (3:36)
9. Destructor (4:41)
10. Fighting for Hell (4:10)

Aura Noir - Black Thrash Attack

Lantlos - .neon (2010)


Okeh, mari sedikit me-review. Awalnya gw tau band ini dari temen gw yg ngasih link ke review dari album ini. Post-Rock + Black Metal + Shoegaze? Wah kombinasi itu terdengar sangat menarik buat gw, lebih menarik dari video bokep yang sedang gw download. So, download-an bokep gw stop dan kemudian gw beranjak ke tuhan baru kita: google, untuk meminta wejangan di mana gw bisa dapetin album ini secara gratis dan ilegal.

First impression gw pada saat Minusmensch berkumandang: kalem? Lumayan, menghanyutkan khas tembang-tembang post-rock namun kelam layaknya alunan-alunan nada black metal. Karakter post-rock di .neon cukup kental, bisa didenger dari layer-layer gitar yang ngebantu membangun atmosfer dari setiap lagu di album ini. Eits tapi tunggu dulu! Pecinta blast-beat dan shrieking khas black metal juga bakal (sedikit) dipuaskan oleh track kedua: these nights were ours; oke, judul yang cukup melankolis, sangat tidak black metal-ish. Track ini dimulai dengan black metal, padat merayap ke arah shoegaze, untuk kemudian ditutup dengan black metal. Sweet.

I won't spoil the fun by describing every song, silahkan diunduh dan didenger sendiri. Percaya deh, album ini jauh lebih menarik daripada Ashlynn Brooke dan Shay Laren.


Tracklist:
1. Minusmensch (07:51)
2. These Nights Were Ours (04:43)
3. Pulse / Surreal (08:23)
4. Neige De Mars (05:03)
5. Coma (06:09)
6. Neon (07:42)

Lantlos - .neon

2010/06/22

Ugh

"ugh!", pekik pedih pekat


tak sengaja borok menggorok tawa


"cepat sembuh," harap borok




tapi lalu itu abadi
tawa tak akan pernah jujur lagi pada borok








Juni 2010

2010/05/04

Extreme Laziness

Ah ya... Begitulah, malas, bosan, jenuh, dan lainnya.
Apa diubah jadi tempat sharing musik dan buku aja ya blog ini?

Sepertinya asik..

dan ilegal
dan menantang
dan berguna
dan dan dan lainnya


Oh mood, seberapa cepat lagi engkau bisa berpilin-berpindah-berayun?
Ekstrim.

2010/01/17

Buku

o buku, berikan aku lari
seperti Dillinger
seperti Tan Malaka
seperti Sophie
seperti Ofelia
seperti...
seperti..

AH, SIAPALAH!





...kau tidak akan mengkhianatiku bukan?






Januari 2010

2009/11/18

In Articulo Mortis

terendam, basah, dan mati dalam dingin

tolong
tolong
tolong
...tolong

TOLONG!

..tolong
.....tolong



...tolong?





...ah tidak, lupakan
biarkan seperti ini







November 2009