Navigasi

2014/01/22

Mencoba Menulis

Kau tahu? Menulis tak pernah mudah bagiku. Entahlah, mungkin karena aku terlalu memaksakan untuk menumpahkan terlalu banyak rasa dan emosi ke dalam kanvas yang tak begitu besar dengan pena yang tak begitu tajam.

Seperti seorang penderita bulimia.
Aku sepertinya terlalu memaksakan diri untuk memuntahkan hal-hal yang yang seharusnya sudah sirna tercerna. Namun apa mau dikata? Muntah itu menyenangkan. Setidaknya engkau bisa membuat para kontol-tai-babi garismiring masyarakat itu untuk melihat sisa-sisa sampah omong kosong yang terpaksa kutelan demi bisa sekedar dianggap berfungsi di dalam kawanannya.

Tapi, tapi, tapi,
Tapi!

Tentu aku sadar bahwa muntah pun membutuhkan semacam, apa ya, keahlian. Toh, siapa yang mau melihat muntahan yang generik dan tanpa cita rasa? Oleh karena itu, mulai sekarang aku mungkin akan mulai belajar muntah dengan rutin; barang dua-tiga tulisan dalam seminggu, mungkin. Setidaknya meningkatkan frekuensi entry agar sarang serapah ini tak dianggap mati suri oleh khalayak.

Sekian, dan semoga kemalasan tidak menyergapku sewaktu-waktu.




--------------------
Januari 23, 2014.
Just installed Blogger application on my smartphone. Hope this'll help to make me write more frequently.

Belajar Membaca

Dengan lugu mata bocah itu menjelajah,
Terbata ia mencoba mengeja malam:    

S-E-P-I


-------------------
Januari 23, 2014
Shit-tier poetry.

2013/09/02

Reassessing Eskapisme #1

Ya, beberapa hari yang lalu aku menulis tentang betapa nyatanya "kebahagiaan" yang kualami saat ini. Fast-forward beberapa bulan kemudian. September 2013. Beberapa lembar surat kemudian berlalu, dan aku pun sepertinya harus memikirkan ulang tentang "kebahagiaan" ini.

Mungkin kebahagiaan ini memang nyata. Ya, segala keriaan, dan harapan, serta janji-janji akan esok yang lebih baik kembali terbit setelah aku mengenalnya. Dia? Kalian tak perlu tahu siapa (walau mungkin kalian yang mengenalku secara pribadi sudah mempunyai satu-dua tebakan tentang siapa dia).

Mungkin.

Suatu kata yang rancu ya? Ia bisa menjadi kata yang penuh keniscayaan jika kau sedang dipenuhi oleh harap. Namun, bagiku sepertinya sekarang "mungkin" sudah menjelma menjadi tak lebih dari janji akan esok yang tak akan pernah terbit.

Maka kukatakan sekali lagi, mungkin kebahagiaan ini nyata, atau mungkin tidak. Hanya mungkin. Ringkih, konsep kebahagiaan yang sedang kupeluk ini bergantung antara nyata dan fana. Ah ya, ternyata kau memang tak boleh terlalu yakin akan sesuatu. Hanya dengan begitu apabila suatu saat kenyataan datang untuk menjagal mimpi-mimpimu, engkau bisa menghadapinya dengan tawa.

Terdengar menyedihkan, mungkin, tapi yang penting kau bahagia kan?

(Mungkin...)





-------------------
September 2, 2013
Ayo bangunlah, aku. Ayo kembali berbisa.

2013/04/21

Eskapisme #1

Aku tak tahu apakah afeksi ini nyata atau tidak.
Yang pasti, kebahagiaan dan tawa ini nyata.


---------------
April 22, 2013
On my current state of self-made ignorance.

2012/09/21

Seul Contre Tous: A Mixtape

21 September 2012
Singkat saja, kemarin malam, yang kebetulah bertepatan dengan malam jumat kliwon yang (katanya) angker saya membuat sebuah mixtape. Ya, sebuah mixtape berisikan tembang-tembang kebencian dan keputusasaan. Sebuah mixtape black metal.

Kalian tak akan menemukan alasan di balik pembuatan mixtape ini selain kekalutan luar biasa yang melanda akibat pengerjaan tugas akhir kuliah yang tak berkesudahan. Mixtape ini tak lebih dari byproduct atas writer's block yang saya alami.

Mungkin di lain waktu saya akan membahas tentang film favorit saya yang judulnya saya catut sebagai judul dari mixtape ini. Tidak dalam waktu dekat ini yang pasti. Untuk sementara, sila menikmati.




2012/09/11

Sayer

11 September 2012
Salam. Lama tak bersua, duhai tempat sampah serapahku. Mungkin hari ini seharusnya saya mengikuti arus dan menulis tentang peristiwa paling overhyped seantero jagad, yakni peristiwa runtuhnya menara kembar WTC yang kebetulan bertepatan dengan tanggal entri ini ditulis. Manusia mati tiap harinya di seantero bumi. Mengapa saya harus meninggikan nyawa beberapa orang dan memberikan penghormatan berlebih kepada mereka sementara tiap harinya pun nyawa beterbangan di belahan bumi lainnya? Haha, misantropis sekali ya.

Aduh sial, tak sengaja saya sudah menyebutnya. Tak apalah, anggap saja publikasi gratis untuk Amerika Serikat. Sebenarnya entri blog kali ini ingin saya dedikasikan kepada Sayer, sebuah aksi atmosferik black metal asal New Hampshire, Amerika Serikat. Saya agak malas berpanjang-panjang mendeskripsikan musik mereka track demi track jadi langsung saja. Sayer memainkan black metal atmosferik yang agak berbeda dengan aksi-aksi black metal atmosferik kebanyakan. Mereka membuktikan bahwa black metal atmosferik tidaklah melulu harus dieksekusi dengan tempo super rendah yang mengundang kantuk. Selain tempo, yah, jujur tak ada yang terlalu spesial: wall of sound dan denging noise yang membalut hentakan blastbeat drum a la black metal kebanyakan.

Langsung saja dengarkan atau unduh gratis tembang-tembang Sayer di laman bandcamp mereka:









2012/08/14

How You Gave Birth To A Monster

I'm scarred, mad, and bitter. Totally lacking sanity and humanity. How, you might ask. Well, you did took some of mine along with you. Doesn't matter though, I already found refugee here in the abyss. It doesn't exactly feels good but it's quite fun to move past humanity.

Oh, please no, dear. It's not your fault, really. I already have this tendency towards madness even since back then. You just accidentally flipped the switch. Yes, I was that clingy annoying lad who always said nothing but the inappropriate stuffs at the wrong time. I was that mysterious lad, who always jested in order to hide his awkwardness. I was that lad, who always gazed to the whiteboard lifelessly. Seriously, dear, you should've seen me coming.

Thinking again about it, it might be partially your fault. How, again you ask? Well, how do you expect me to survive the fall, lass? I was fragile to begin with and you just pushed me off the ledge without warning. You are the one who plunged me into the depth of this abyss. Don't give me that "I have no idea" kind of bullshit. You are the one that never bothered asking.

So as the story goes, there was I, dead. Decaying like a pet you forgot to bury. But as people say, life must go on. I'm not really good at necromancy so I just frankensteined the shit out of my corpse, glueing whatever left just to retain the form so you will still recognize me. I will still jest, I will still mess around, but you will no longer able to gaze inside my mind without fear and disgust.

..and here I am, a rotten, hideous monster, trampling over everything you believed in with roaring laughter. I'm no longer human. I'm past human, bitch. Have a dinner with me?

...

Of course, You will never know, 'cause I will never show. Well, unless you read.



-----------------------------
August 15th, 2012
Reminiscing