03:25
Hitam mulai berkejaran dengan biru,
membawa haru larut ke dalam sendu.
Ah, sudah lama aku tak bercinta dengan Malam; menghirup atmosfernya, menghanyutkannya ke dalam rasa untuk kemudian melepasnya menjadi aksara.
Aku merindukan kepedihan dan kesendirian yang diberikan Malam setiap kali aku merengkuhnya. Sepi dan sedikit menyakitkan, mungkin, namun malam adalah satu-satunya waktu di mana perdamaian menampakkan dirinya bukan sebagai utopia belaka padaku.
Beberapa bulan belakangan ini, aku sibuk mengabaikan bisu yang ditawarkan Malam. Entahlah, mungkin aku hanya lelah meladeni sepi yang kian hari makin deras menggerung. Aku terlalu sibuk mengejar seorang Matahari yang hanya bersinar di kala malam, tanpa sadar bahwa ia tak akan pernah bersinar untukku.
Maka dengan rentetan kata ini, aku mengajukan rekonsiliasi untukmu, Malam. Aku akan berhenti mengejar Sang Matahari karena sepertinya berhenti peduli untuk siapa ia bersinar adalah opsi paling masuk akal. Toh, aku yang paranoid ini sampai kapanpun tak akan mampu memahami untuk siapa ia bersinar sebenarnya? Untukku? Untuknya? Atau mungkin ia bersinar untuk siapapun yang kebetulan mengorbit di dekatnya? Dia seperti tak pernah memerlukan alasan untuk bersinar, dan tak pernah memikirkan untuk siapa ia bersinar.
Hei hei, lihat? Belum berlalu satu paragraf dan aku sudah banyak berbicara tentang dia lagi.
Sudahlah, lupakan. Maafkan aku, Malam.
Here's to our future years together. Hope I don't get blinded by the sun again.
------------------------------
Jakarta, 21 Maret 2014
Rekonsiliasi dengan Malam, dan sebuah reafirmasi dengan nazar "less you, more music" yang aku kicaukan di semesta Twitter beberapa hari yang lalu.
2014/03/20
Pagi, dan Segala Harap yang Menyertainya
Aku mendengar derap langkah Matahari.
Berparang harapan, dan seserpih asa
ia mendekat.
Ssssttt...
Berhentilah mencoba menjangkaunya,
engkau akan terbakar.
------------------------------
Jakarta, 21 Maret 2014
Anak haramku dengan Malam.
Berparang harapan, dan seserpih asa
ia mendekat.
Ssssttt...
Berhentilah mencoba menjangkaunya,
engkau akan terbakar.
------------------------------
Jakarta, 21 Maret 2014
Anak haramku dengan Malam.
2014/01/22
Mencoba Menulis
Kau tahu? Menulis tak pernah mudah bagiku. Entahlah, mungkin karena aku terlalu memaksakan untuk menumpahkan terlalu banyak rasa dan emosi ke dalam kanvas yang tak begitu besar dengan pena yang tak begitu tajam.
Seperti seorang penderita bulimia.
Aku sepertinya terlalu memaksakan diri untuk memuntahkan hal-hal yang yang seharusnya sudah sirna tercerna. Namun apa mau dikata? Muntah itu menyenangkan. Setidaknya engkau bisa membuat para kontol-tai-babi garismiring masyarakat itu untuk melihat sisa-sisa sampah omong kosong yang terpaksa kutelan demi bisa sekedar dianggap berfungsi di dalam kawanannya.
Tapi, tapi, tapi,
Tapi!
Tentu aku sadar bahwa muntah pun membutuhkan semacam, apa ya, keahlian. Toh, siapa yang mau melihat muntahan yang generik dan tanpa cita rasa? Oleh karena itu, mulai sekarang aku mungkin akan mulai belajar muntah dengan rutin; barang dua-tiga tulisan dalam seminggu, mungkin. Setidaknya meningkatkan frekuensi entry agar sarang serapah ini tak dianggap mati suri oleh khalayak.
Sekian, dan semoga kemalasan tidak menyergapku sewaktu-waktu.
--------------------
Januari 23, 2014.
Just installed Blogger application on my smartphone. Hope this'll help to make me write more frequently.
Seperti seorang penderita bulimia.
Aku sepertinya terlalu memaksakan diri untuk memuntahkan hal-hal yang yang seharusnya sudah sirna tercerna. Namun apa mau dikata? Muntah itu menyenangkan. Setidaknya engkau bisa membuat para kontol-tai-babi garismiring masyarakat itu untuk melihat sisa-sisa sampah omong kosong yang terpaksa kutelan demi bisa sekedar dianggap berfungsi di dalam kawanannya.
Tapi, tapi, tapi,
Tapi!
Tentu aku sadar bahwa muntah pun membutuhkan semacam, apa ya, keahlian. Toh, siapa yang mau melihat muntahan yang generik dan tanpa cita rasa? Oleh karena itu, mulai sekarang aku mungkin akan mulai belajar muntah dengan rutin; barang dua-tiga tulisan dalam seminggu, mungkin. Setidaknya meningkatkan frekuensi entry agar sarang serapah ini tak dianggap mati suri oleh khalayak.
Sekian, dan semoga kemalasan tidak menyergapku sewaktu-waktu.
--------------------
Januari 23, 2014.
Just installed Blogger application on my smartphone. Hope this'll help to make me write more frequently.
Belajar Membaca
Dengan lugu mata bocah itu menjelajah,
Terbata ia mencoba mengeja malam:
S-E-P-I
-------------------
Januari 23, 2014
Shit-tier poetry.
2013/09/02
Reassessing Eskapisme #1
Ya, beberapa hari yang lalu aku menulis tentang betapa nyatanya "kebahagiaan" yang kualami saat ini. Fast-forward beberapa bulan kemudian. September 2013. Beberapa lembar surat kemudian berlalu, dan aku pun sepertinya harus memikirkan ulang tentang "kebahagiaan" ini.
Mungkin kebahagiaan ini memang nyata. Ya, segala keriaan, dan harapan, serta janji-janji akan esok yang lebih baik kembali terbit setelah aku mengenalnya. Dia? Kalian tak perlu tahu siapa (walau mungkin kalian yang mengenalku secara pribadi sudah mempunyai satu-dua tebakan tentang siapa dia).
Mungkin.
Suatu kata yang rancu ya? Ia bisa menjadi kata yang penuh keniscayaan jika kau sedang dipenuhi oleh harap. Namun, bagiku sepertinya sekarang "mungkin" sudah menjelma menjadi tak lebih dari janji akan esok yang tak akan pernah terbit.
Maka kukatakan sekali lagi, mungkin kebahagiaan ini nyata, atau mungkin tidak. Hanya mungkin. Ringkih, konsep kebahagiaan yang sedang kupeluk ini bergantung antara nyata dan fana. Ah ya, ternyata kau memang tak boleh terlalu yakin akan sesuatu. Hanya dengan begitu apabila suatu saat kenyataan datang untuk menjagal mimpi-mimpimu, engkau bisa menghadapinya dengan tawa.
Terdengar menyedihkan, mungkin, tapi yang penting kau bahagia kan?
(Mungkin...)
-------------------
September 2, 2013
Ayo bangunlah, aku. Ayo kembali berbisa.
Mungkin kebahagiaan ini memang nyata. Ya, segala keriaan, dan harapan, serta janji-janji akan esok yang lebih baik kembali terbit setelah aku mengenalnya. Dia? Kalian tak perlu tahu siapa (walau mungkin kalian yang mengenalku secara pribadi sudah mempunyai satu-dua tebakan tentang siapa dia).
Mungkin.
Suatu kata yang rancu ya? Ia bisa menjadi kata yang penuh keniscayaan jika kau sedang dipenuhi oleh harap. Namun, bagiku sepertinya sekarang "mungkin" sudah menjelma menjadi tak lebih dari janji akan esok yang tak akan pernah terbit.
Maka kukatakan sekali lagi, mungkin kebahagiaan ini nyata, atau mungkin tidak. Hanya mungkin. Ringkih, konsep kebahagiaan yang sedang kupeluk ini bergantung antara nyata dan fana. Ah ya, ternyata kau memang tak boleh terlalu yakin akan sesuatu. Hanya dengan begitu apabila suatu saat kenyataan datang untuk menjagal mimpi-mimpimu, engkau bisa menghadapinya dengan tawa.
Terdengar menyedihkan, mungkin, tapi yang penting kau bahagia kan?
(Mungkin...)
-------------------
September 2, 2013
Ayo bangunlah, aku. Ayo kembali berbisa.
2013/04/21
Eskapisme #1
Aku tak tahu apakah afeksi ini nyata atau tidak.
Yang pasti, kebahagiaan dan tawa ini nyata.
---------------
April 22, 2013
On my current state of self-made ignorance.
Yang pasti, kebahagiaan dan tawa ini nyata.
---------------
April 22, 2013
On my current state of self-made ignorance.
2012/09/21
Seul Contre Tous: A Mixtape
21 September 2012
Singkat saja, kemarin malam, yang kebetulah bertepatan dengan malam jumat kliwon yang (katanya) angker saya membuat sebuah mixtape. Ya, sebuah mixtape berisikan tembang-tembang kebencian dan keputusasaan. Sebuah mixtape black metal.
Kalian tak akan menemukan alasan di balik pembuatan mixtape ini selain kekalutan luar biasa yang melanda akibat pengerjaan tugas akhir kuliah yang tak berkesudahan. Mixtape ini tak lebih dari byproduct atas writer's block yang saya alami.
Mungkin di lain waktu saya akan membahas tentang film favorit saya yang judulnya saya catut sebagai judul dari mixtape ini. Tidak dalam waktu dekat ini yang pasti. Untuk sementara, sila menikmati.
Singkat saja, kemarin malam, yang kebetulah bertepatan dengan malam jumat kliwon yang (katanya) angker saya membuat sebuah mixtape. Ya, sebuah mixtape berisikan tembang-tembang kebencian dan keputusasaan. Sebuah mixtape black metal.
Kalian tak akan menemukan alasan di balik pembuatan mixtape ini selain kekalutan luar biasa yang melanda akibat pengerjaan tugas akhir kuliah yang tak berkesudahan. Mixtape ini tak lebih dari byproduct atas writer's block yang saya alami.
Mungkin di lain waktu saya akan membahas tentang film favorit saya yang judulnya saya catut sebagai judul dari mixtape ini. Tidak dalam waktu dekat ini yang pasti. Untuk sementara, sila menikmati.
Langganan:
Postingan (Atom)